Sunday, October 13, 2019

Ko Banyak Sih Yang Mau Jadi Joker

Hallo people's, beberapa hari ini lagi booming-boomingnya film joker nih kan ya.
Gue juga ngga ngerti dan ngga tau apa itu film joker, gue kira kartu yang buat main itu. *haha

Nah tadi baru aja gue nonton review seputar tentang film joker, so gue penasaran. Banyak bangey yang bahas tentang film tersebut. Hampir semua akun sosial media gue penuh dengan joker, joker, dan joker.

Bahkan ada yang update gini "Gue pengen jadi joker aja deh, orang jahat yang berawal dari orang baik yang tersakiti" dan ada anak kecil yang diajak nonton joker oleh ibunya, ketika selesai menonton anak itu bilang "Bu, nanti aku kalau udah besar pengen jadi joker aja deh" nah bahaya banget nih.

Langsung aja,
Menurut opini gue tentang film tersebut,
Joker itu bukan ajang untuk diikuti atau dilawan tapi untuk dilampaui. Film joker dari awal berisi delusi atau halusinasi arthur yang berubah menjadi joker. Arthur menginginkan semua orang bersikap seperti apa yang Arthur inginkan. Tapi kenyataannya tidak seperti aoa yang Arthur inginkan.

Arthur ingin diperlakukan baik oleh semua orang, sehingga ia berhayal terlalu tinggi karena kenyataannya semua orang tidaklah bisa bersikap baik.

Baik atau tidaknya film joker tersebut bagaimana kita menilainya.
Menurut gue baik dan sangat membuka pikiran kita. Gue aja yang cuma nonton reviewnya dapet banyak banget pelajaran yang bisa diambil. Salah satunya ya, "Tetaplah bersikap baik apapun balasan mereka yang kita perlakukan dengan baik."

Ketika ada yang berkata "Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti" mungkin dia hanya mengira dirinya itu baik tidak pernah berbuat jahat, sehingga ketika dia dijahati seakan-akan dia yang paling tersakiti. *ehhh ngertikan apa maksud gue?🔥

Jadi, tetaplah bersikap sopan walau mereka membalas dengan perkataan yang kasar.
Tetaplah tulus dan jujur walau mereka mengkhianati dan membohongimu.
Tetaplah ikhlas walau mereka iri dan dengki. Berbahagialah dengan kebaikan yang kau beri. Hidupmu bukan untuk mereka yang berlaku tidak adil, bukan untuk mereka yang menyakitimu. Tapi hiduplah untuk Tuhan-Mu (Allah).

Balas kejahatan dengan senyuman kebaikkan. Mereka yang merendahkanmu justru mereka-lah yang terendah.

Dan yang terpenting, rangkul mereka yang mengidap gangguan mental. Mereka hanya butuh kasih sayang, mereka butuh didengar, dan mereka membutuhkan orang yang mengerti mereka.

Intinya, dunia itu keras. Kita ngga bisa mengatur mereka untuk bersikap baik kepada kita. Tapi, aturlah diri kita untuk terus bersikap baik kepada mereka.

keep being nice

Note: gue pengen banget bisa bersosialisasi ke rsj atau tempat orang-orang yang mengidap gangguan mental untuk berbagi kebahagiaan, merangkul mereka, dan berbagi cerita bersama mereka yang membutuhkan

Thursday, October 10, 2019

Pentingnya Berkomunikasi

Hallo people's.
Pembahasan kita kali ini tentang pentingnya berkomunikasi.

Bagi gue berkomunikasi itu penting banget, karena dengan berkomunikasi pikiran kita terbuka dan yang paling utama bisa menghilangkan /stres/ loh.

Komunikasi yang gue maksud bukan hanya sekadar /ngebacot/ hal-hal yang ngga berguna. Tapi berkomunikasi tentang hal yang berkualitas. Berkomunikasi sesuai dengan apa yang kalian suka. Misalnya kalian suka membahas politik, ya berkomunikasilah dengan mereka yang pikirannya terbuka mengenai politik.

Tapi, belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik walaupun apa yang orang lain bahas tidak masuk kedalam yang kita sukai. Setidaknya saling menghargai itu penting terutama saat mendengar dan berkomunikasi.

Nah maka nya, gue pengen banget ada didalam komunitas komunikasi yang terdiri dari orang-orang hebat yang berkeinginan untuk belajar komunikasi dengan baik.

Menurut gue, banyak masyarakat bahkan orang-orang disekitar gue sendiri yang minimnya berkomunikasi. Mungkin gue sendiri masih belum paham bagaimana cara memulai pembicaraan, merespon pembicaraan dengan baik dan yang terpenting attitude yang digunakan saat berkomunikasi.

Mayoritas kita lebih sering mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Mendekatkan yang jauh sih sangat baik, tapi dampak yang tidak baiknya menjauhkan yang dekat. Dalam artian lain "Kita lebih sering bersosialisasi dengan media sosial kita sehingga terpecahnya lingkungan sekitar kita." Padahal saat kita membutuhkan yang pertama datang bukan mereka yang jauh tapi orang-orang terdekat kita.

Kita tidak bisa mengatur mereka untuk berkomunikasi dengan kita, tapi aturlah diri kita untuk bisa berkomunikasi dengan baik kepada mereka.

Whatever the response is communicate well and correctly.

Semakin Berkurangnya Lapangan Pekerjaan

"Setiap tahun, semakin banyaknya angkatan pekerja dan berkurangnya lapangan pekerjaan"

So why?

Lapangan pekerjaan tidak sesuai dengan banyaknya angkatan pekerja. Sehingga menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran. Miris, sangat disayangkan mereka yang mempunyai kemampuan tapi sulit mendapatkan pekerjaan.

"Kalau sarjana saja menganggur, apa kabar mereka yang hanya lulusan smp/sma." Sebuah pernyataan yang diberikan oleh guru saya. Mungkin sebagai motivasi saya dan teman-teman untuk tetap semangat.

Sedikit bercerita, suatu ketika dikelas. Teman-teman saya bercerita tentang cita-cita. Mayoritas mereka bercita-cita ingin menjadi "Pengusaha" terutama saya. Disitu saya paham, tujuan mereka bercita-cita ingin menjadi pengusaha bukan sekadar cita-cita. Tetapi, ingin memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkannya.

Sukai apa yang kamu kerjakan, tapi tetap konsisten mengerjakan apa yang tidak kamu sukai. Selagi itu benar, jangan berhenti. Lanjutkan! 

Wednesday, October 9, 2019

Kepribadian Ambivert Itu Apa Sih?

Hallo people's,
Sesuai janji gue, kali ini gue bakal kasih tahu ke kalian tentang Kepribadian Ambivert.

Menurut apa yang gue tahu, kalau salah mohon dibenarkan agar menjadi benar.

Langsung aja deh ya.

Jadi menurut apa yang gue tahu
Ambivert adalah kepribadian seseorang yang  didalamnya terdapat 2 kepribadian yaitu extrovert dan introvert. Dimana seseorang yang memiliki kepribadian ambivert kadang bis berkepribadian layaknya introvert dan extrovert.



Ciri-cirinya seseorang yang memiliki kepribadian ambivert yaitu;
1.Moody atau bahasa gue nya sih 'kadang-kadang'.

2.Ambivert bisa menjadi pendiam jika berlawanan dengan extrovert dan bisa jadi cerewet jika berlawanan dengan introvert. Menyesuaikan dengan lawan bicara.

3. Easy going juga loh guys, karena ambivert orangnya santai dalam bergaul jadi mudah untuk beradaftasi.

4. Tidak bermasalah ditengah keramaian dan menyendiri pun tidak masalah, sesuai dengan moody atau batas waktu. Ambivert tidak bisa berlama-lama menyendiri dan keramaian.

5. Mudah bersosialisasi, tapi dalam batas waktu. Karena jika bersosialisasi terlalu lama ambivert akan capek.

6. Lebih senang berbicara apa yang dia suka lebih ke spesifik, basa-basi oke tapi tidak terlalu lama dalam berbasa-basi.

7. Lebih peka, ambivert tahu waktu untuk berbicara dan waktu untuk diam.

8. Sulit mengambil keputusan, lebih plin-plan dalam mengambil keputusan. Tapi, ambivert cocok untuk menjadi pemimpin.


Dan itu sesuai dengan apa yang gue rasain.

Kalau kalian gimana? Boleh ditambahkan di kolom komentar yaa:)

Tuesday, October 8, 2019

Jangam Mencintai Seseorang Melebihi Cintamu Kepada Allah

"Jangan mencintai seseorang melebihi cintamu kepada Allah"
kutipan komentar yang gue lihat ketika gue nonton video musik senja yang judulnya perih di youtube. Kebiasaan gue setiap nonton youtube pasti gue lihat-lihat komentarnya tuh kan ya.

Nah, disitu ada kutipan komentar yang menurut gue cocok banget dijadiin ide buat nulis.

Langsung aja deh ya.

Sebuah kutipan dan juga teguran
"Jangan mencintai seseorang melebihi cintamu kepada Allah"

It's right! Because orang lain akan meninggalkan kita tapi Allah. Allah akan tetap stay with me.

Gue pun pernah merasakan rasanya mencintai seseorang secara berlebihan. Bahkan gue sebut nama dia dalam do'a dan gue bener-bener ngga mau kehilangan dia.
Akhirnya fase dimana gue kehilangan dia sampai gue bener-bener terpuruk. *Hahaha jijik banget pokonya kalau inget masa itu*

Tapi gue ambil hikmah disetiap kejadian. Kehilangan dia memang buat gue terpuruk, tapi tidak berkepanjangan. Buktinya sekarang gue fine-fine aja. Malah gue ngakak banget kalau inget masa itu.

Seiring berjalannya waktu gue sadar. Gue udah terlalu berlebihan dalam mencintai seseorang yang bahkan gue aja ngga tau kedepannya bakal gimana. Ekspektasi gue terlalu tinggi hingga akhirnya tidak sesuai dengan realita yang ada.

Haluan gue, bisa terus bersama dia. Padahal, seseorang yang datang itu bisa pergi.

Hati itu ibarat rumah, kita adalah pemiliknya, dan mereka yang datang hanyalah tamu yang bisa datang dan pergi kapan pun mereka mau. Jadi, ikuti alurnya jangan sampai salah mengartikan seseorang yang datang.


Be smart in feeling.

Monday, October 7, 2019

Berbicara Sesuai Tempatnya

Hallo people's 
Gue mau berbagi cerita nih ke kalian yang saat ini lagi baca blog gue. Tentang gue yang demen banget ngomul, ngomong, bicara lah gitu ye. Sampai titik dimana gue diam.

Dari kecil, gue bawel banget. Sampe emak gue, babeh gue, semua keluarga gue tau lah sebawel apakah gue dulu:v

Nah awal gue bisa bicara emang udeh bawel banget banget banget, demen banget nanya. You know lah, batita or balita yang udeh bisa ngomul rasanya gatel gitu kalau kagak ngebawel. 

Terus gue sekolah di TK, sampe emak-emak temen gue aje tau betapa bawelnya gue dulu karena setiap gue ketemu tante a, b, c (emak temen tk gue lah ya) pasti selalu aja bilang "Angel Itu dulu bawel banget ya, cerewet banget. Tapi ko sekarang kayanya pendiem ya"

Plakkkk!!! 'PENDIEM?' gue juga kadang malu sih kalau ada orang yang beranggapan gue itu pendiem. So, kenyataannya tidak sependiam apa yang mereka kira.

Lanjut SD, nah di sd ini setiap istirahat sebelum pada jajan pasti gue dan temen-temen seperbicaraan kumpul di meja guru. Kadang kita cerita tentang kejadian pulang sekolah yang hujan angin, sumpah itu bener-bener cerita asli yang pernah gue, temen-temen, dan walas gue ceritain bareng pas kelas 3 semester 1 saat gue masih sekolah di SDN Cariu 01. 

Pada saat kelas 3 semester 2, mamah sama papah gue nyuruh gue pindah ke SDN Cileungsi 10. Yaudah tuh, otomatis gue jadi anak baru yang harus mulai beradaftasi lagi. Bagi gue beradaftasi itu sangat mudah, karena gue tipe orang yang mudah mengikuti alur ot sikon lah ya bahasa lingkungan nya itu *haha. 

Awal jadi murid baru gue diem. Masih senyum-senyum so manis gue. Sampai dimana gue nyaman sama lingkungan dan warga sekolahnya, mulai lah gue nunjukkin diri gue sendiri "So, ini gue loh. Mungkin kalian kira pendiem, tapi hehe ya maaf-maaf aja" *kalimat itu yang ada di hati gue. 

Sampai ada beberapa dari temen gue bilang "Sumpah ngel, lo yang awal masuk dan lo yang sekarang itu beda banget. Gue kira Angel orangnya pendiem. Tapi sekarang, bawel banget dah"

Nah ketika gue bawel, disitu gue udah mulai bisa beradaptasi dengan mereka. Adaptasi itu mudah asal ada kenyamanan aja didalamnya.

Setelah lulus Sd, gue balik lagi sekolah di MTsN Cariu yang sekarang namanya udah ganti jadi MTsN 4 Bogor. Suatu kebanggaan banget bisa sekolah di Madrasah yang ilmu agamanya lebih dalam lagi. 

Nah pada masa gue MTs ini. Gue lebih sedikit diam tapi pasti. Kesulitan gue dalam berbahasa sih ya cuma karena saat awal kelas 7 itu gue belum terlalu mahir dalam pengucapan bahasa sunda, bisa dibilang rendah banget lah ya. Itu salah satu faktor gue lebih diam. Paling banyak bicara sama orang yang senang juga menggunakan bahasa indonesia.

Kelas 7 berlalu, naik deh gue ke kelas 8.
Masa dimana gue nyaman banget sama temen-temen di kelas. Penggunaan bahasa sunda pun sedikit demi sedikit gue gunakan untuk sekadar ngobrol sama temen-temen gue walau kadang ada pengucapan yang salah dan itu jadi lawakkan tersendiri bagi temen-temen gue. *padahal gue ngga ngelawak

Nah kelas 9, tingkat proses menuju remaja. Disitu gue yang bawel mulai jadi pendiam. Entah karena lingkungan yang buat gue insecure. Penyebab insecure itu pun diri gue sendiri. Lebih sering diam, diam, dan diam. 

Gue benci banget masa dimana gue harus diam ditengah keramaian. 
"gue kenapa sih?"
"ko gue gini"

Tapi seiring berjalannya waktu hingga saat ini. Gue sadar bahwa manusia itu memiliki 3 kepribadian
1. Introvert 
2. Ambivert 
3. Ektrovert

Dan dari banyaknya manusia didunia ini memiliki kepribadian Ambivert. Gue pun salah satunya. 


Next? Selanjutnya gue bakal buat cerita tentang ambivert yang benar-benar terjadi ke diri gue sendiri. Mungkin ada yang sama kaya gue? Kalian boleh komen, kita berbagi cerita dan pengalaman aja.

Sunday, October 6, 2019

Let's rise!

Terkadang kita selalu merasa bahwa kita tidak bisa,
Disaat masa seperti itu kita tidak butuh banyak hal. Tapi yang kita butuhkan adalah dorongan dari orang lain terutama orang terdekat kita, namun sadar atau tidak disadari bahwa dorongan yang paling kuat adalah dorongan ataupun semangat dari dalam diri kita sendiri. Kita hanya butuh keyakinan bahwa kita bisa.

Dari aku,
Untuk dirimu
Aku selalu menyakini diriku sendiri, bahwa aku pasti bisa.
Sebanyak apapun aku melakukan suatu hal hingga akhirnya aku gagal dan terus gagal. Aku akan tetap mencintai diriku sendiri.
Aku akan tetap menghargai setiap perjuanganku.
Aku lihat dan dengar, mereka menertawakan kegagalanku. Tapi tidak untuk diriku sendiri, "tetap tersenyum, berdo'a, dan melangkah lebih maju" itu prinsip karena bukankah kegagalan adalah awal proses menuju keberhasilan. Ketika satu kali aku gagal, satu langkah lebih maju aku menuju keberhasilan.

Setiap orang pernah gagal,
Setiap orang pernah jatuh,
Setiap orang pernah terpuruk,
Tapi setiap orang berbeda cara mengatasinya.

Ada yang gagal enggan untuk kembali berjuang,
Ada yang jatuh sulit untuk kembali bangkit,
Ada yang terpuruk sulit untuk menyakini bahwa esok akan baik-baik saja.
Mungkin mereka pikir "percuma dan untuk apa?"
Its bad. Aku harap mereka yang gagal, jatuh hingga terpuruk tidak memiliki pemikiran seperti itu.

Jadi, ayo bangkit
I can pass it
You can pass it
They can pass it
We can pass it

Tetap perjuangan apa yang kamu impikan, kegagalan bukanlah suatu penghalang keberhasilan. Tapi jadikan lah suatu langkah menuju keberhasilan.

Percayalah suatu saat mereka yang menertawakanmu akan menjadi sebuah tepuk tangan yang gemuruh.

The art of not caring is important for the success of a goal.

@Indryangeliputri 

Kemiskinan (Opini)

Kemiskinan adalah penyebab utama terhambatnya pembangunan ekonomi di sebuah negara, salah satunya di Indonesia.
Banyak sekali penyebab terjadinya kemiskinan, salah satunya kurangnya pendidikan yang mempengaruhi proses kinerja masyarakat. Masyarakat yang kurang pendidikan pun, salah satunya terjadi karena kurangnya biaya yang dimiliki. Sehingga kemiskinan membuat masyarakat kurang berkembang dalam pendidikan. Masyarakat yang tidak mampu, rela memutuskan pendidikannya. Setelah mereka memutuskan sekolahnya, ada yang menganggur hilang semangat dan ada pula yang bekerja lebih giat karena kesadaran diri yang ia miliki. 

Di Indonesia setiap tahun terjadinya peningkatan angkatan kerja, yang angkatan itu memiliki 2 golongan,
1. Golongan pekerja
2. Golongan penganggur

Golongan pekerja, terdiri dari para pekerja yang bekerja dibidangnya masing-masing. 
Ada 3 macam jenis pekerja
1. Pekerja dengan pendidikan yang tinggi, seperti guru, dokter, arsitek, dan lain sebagainya
2. Pekerja berdasarkan kemampuan yang ia miliki, seperti tukang cukur, tukang jahit, takung bangunan, dan lain sebagainya. 
3. Pekerja karena keinginan seperti pembantu, tukang sapu, dan lain sebagainya. 

Adapun golongan penganggur yaitu mereka yang tidak lagi bersekolah dan berkewajiban untuk bekerja. Seperti ibu rumah tangga, sedang mencari pekerjaan, dan lain sebagainya. 

Di Pulau Jawa sangat meningkatnya pengangguran karena jumlah penduduk yang padat dan warga luar jawa yang merantau ke Pulau Jawa sehingga kurangnya lapangan pekerja. 

Saat sedang membahas tentang bab 3 tentang ketenagakerjaan guru saya berkata "Jika kalian ingin menjadi pns, kalian bisa pergi ke luar jawa karena menjadi pns di Pulau Jawa sangat ketat dan banyak peminatnya" kurang lebihnya seperti itu yang guru ekonomi saya ucapkan. 



Bogor, 6 Oktober 3019

INSECURE PART 1

Hallo people's, Kangen gua ga? Eh maksudnya, kangen tulisan gua ngga? Kangen isi pikiran gua ngga? Ngga penting. Yaudah gpp. Tapi gua...